KALIMANTAN TIMUR


Kalimantan Timur adalah wilayah yang berstatus provinsi di Indonesia. Provinsi ini merupakan salah satu dari empat provinsi di Kalimantan.
Kalimantan Timur merupakan provinsi terluas kedua di Indonesia, dengan luas wilayah 245.237,80 km2 atau sekitar satu setengah kali Pulau Jawa dan Madura atau 11% dari total luas wilayah Indonesia. Provinsi ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur.[6]

Sejarah
Sebelum masuknya suku-suku dari Sarawak dan suku-suku pendatang dari luar pulau, wilayah ini sangat jarang penduduknya. Sebelum kedatangan Belanda terdapat beberapa kerajaan yang berada di Kalimantan Timur,
diantaranya adalah Kerajaan Kutai (beragama Hindu), Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Kesultanan Pasir dan Kesultanan Bulungan.Wilayah Kalimantan Timur meliputi Pasir, Kutai, Berau dan juga Karasikan diklaim sebagai wilayah taklukan Maharaja Suryanata, gubernur Majapahit di Negara Dipa
(Amuntai) hingga masa Kesultanan Banjar. Sebelum adanya perjanjian Bungaya, Sultan Makassar pernah meminjam tanah untuk tempat berdagang meliputi wilayah timur dan tenggara Kalimantan kepada Sultan Mustain Billah dari Banjar sewaktu Kiai Martasura diutus ke Makassar dan mengadakan perjanjian dengan Sultan Tallo I Mangngadaccinna Daeng I Ba’le’ Sultan Mahmud Karaeng Pattingalloang[7], mangkubumi dan penasehat utama bagi Sultan Muhammad Said, Raja Gowa tahun 1638-1654[8][9] yang akan menjadikan wilayah Kalimantan Timur sebagai tempat berdagang bagi Kesultanan Makassar (Gowa-Tallo)[7] sejak itulah mulai berdatanganlah etnis asal Sulawesi Selatan. Sejak 13 Agustus 1787, Sunan Nata Alam dari Banjar menyerahkan Kalimantan Timur mejadi milik perusahaan VOC Belanda dan Kesultanan Banjar sendiri dengan wilayahnya yang tersisa menjadi daerah protektorat VOC Belanda.
Sesuai traktat 1 Januari 1817, Sultan Sulaiman dari Banjar menyerahkan Kalimantan Timur, Kalimatan Tengah, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan (termasuk Banjarmasin) kepada Hindia-Belanda. Pada tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam al-Watsiq Billah dari Banjar menegaskan kembali penyerahan wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda. [10] Pada tahun 1846, Belanda mulai menempatkan Asisten Residen di Samarinda untuk wilayah Borneo Timur (sekarang provinsi Kalimantan Timur dan bagian timur Kalimantan Selatan) bernama H. Von Dewall. [11] Kaltim merupakan bagian dari Hindia Belanda.[12] Kaltim 1800-1850.[13] Dalam tahun 1879, Kaltim dan Tawau merupakan Ooster Afdeeling van Borneo bagian dari Residentie Zuider en Oosterafdeeling van Borneo. [14] Dalam tahun 1900, Kaltim merupakan zelfbesturen (wilayah dependensi)[15] Dalam tahun 1902, Kaltim merupakan Afdeeling Koetei en Noord-oost Kust van Borneo.[16][17] Tahun 1942 Kaltim merupakan Afdeeling Samarinda dan Afdeeling Boeloengan en Beraoe.[18]. provinsi Kalimantan Timur selain sebagai kesatuan administrasi, juga sebagai kesatuan ekologis dan historis. Kalimantan Timur sebagai wilayah administrasi dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1956 dengan gubernurnya yang pertama adalah APT Pranoto. Sebelumnya Kalimantan Timur merupakan salah satu karesidenan dari Provinsi Kalimantan. Sesuai dengan aspirasi rakyat, sejak tahun 1956 wilayahnya dimekarkan menjadi tiga provinsi, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Pembentukan Provinsi Kalimantan Timur
Daerah-daerah Tingkat II di dalam wilayah Kalimantan Timur, dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 27 Tahun 1959, Tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Tahun 1955 No.9).

Lembaran Negara No.72 Tahun 1959 terdiri atas:
Pembentukan 2 kotamadya, yaitu:
Kotamadya Samarinda, dengan Kota Samarinda sebagai ibukotanya dan sekaligus sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Timur.
Kotamadya Balikpapan, dengan kota Balikpapan sebagai ibukotanya dan merupakan pintu gerbang Kalimantan Timur.
Pembentukan 4 kabupaten, yaitu:
Kabupaten Kutai, dengan ibukotanya Tenggarong
Kabupaten Pasir, dengan ibukotanya Tanah Grogot.
Kabupaten Berau, dengan ibukotanya Tanjung Redeb.
Kabupaten Bulungan, dengan ibukotanya Tanjung Selor.

Gedung DPRD Kaltim

Pembentukan Kota dan Kabupaten Baru
Berdarkan Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 1981, maka dibentuk Kota Administratif Bontang di wilayah Kabupaten Kutai dan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 1989, maka dibentuk pula Kota Madya Tarakan di wilayah Kabupaten Bulungan. Dalam Perkembangan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan di dalam Undang-undang No. 22 Tahun 1999 Tentang Otonomi Daerah, maka dibentuk 2 Kota dan 4 kabupaten, yaitu:
Kabupaten Kutai Barat, beribukota di Sendawar
Kabupaten Kutai Timur, beribukota di Sangatta
Kabupaten Malinau, beribukota di Malinau
Kabupaten Nunukan, beribukota di Nunukan
Kota Tarakan (peningkatan kota administratif Tarakan menjadi kotamadya)
Kota Bontang (peningkatan kota administratif Bontang menjadi kotamadya)

Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2002, maka Kabupaten Pasir mengalami pemekaran dan pemekarannya bernama Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pada tanggal 17 Juli 2007, DPR RI sepakat menyetujui berdirinya Tana Tidung sebagai kabupaten baru di Kalimantan Timur, maka jumlah keseluruhan kabupaten/kota di Kalimantan Timur menjadi 14 wilayah. Pada tahun yang sama, nama Kabupaten Pasir berubah menjadi Kabupaten Paser berdasarkan PP No. 49 Tahun 2007.

Pemerintahan
Gubernur
No. Nama        Dari     Sampai

1. A.P.T. Pranoto        1956    1962

2. I.A. Moeis[19]        1959    1959

3. A. Moeis Hasan      10 Agustus 1962         14 September 1966

4. Soekadio     1966    1967

5. Abdoel Wahab Sjahranie    1967    1978

6. Ery Soepardjan       1978    1983

7. H. Soewandi           1983    1988

8. H.M. Ardans, SH    1988    1998

9. Suwarna A.F.[20]   1998    2006

10.Drs. Yurnalis Ngayoh[21]  8 Desember 2006        3 Juli 2008

Tarmizi Abdul Karim[22]       3 Juli 2008       17 Desember 2008

11. Awang Faroek Ishak[23]  17 Desember 2008      sekarang


Daftar wakil gubernur
No.      Nama   Dari     Sampai            Keterangan
1.         H.M. Ardans, SH        1983    1988
2.         H. Harsono, S.Sos       1988    1993
3.         Suwarna A.F.  1993    1998
4.         Drs.H. Chaidir Hafiedz          1998    2002
5.         Drs. Yurnalis Ngayoh 1998    2003
6.         Drs. Yurnalis Ngayoh 2003    2006
7.         Farid Wadjdy  2008    sekarang

Saat ini Gubernur dijabat oleh Awang Faroek Ishak. Ia mencalonkan diri sebagai menjadi Gubernur Kalimantan Timur pada tahun 2008 dan akhirnya terpilih pada putaran kedua dan dilantik pada 17 Desember 2008.

Pembantu Gubernur
Selanjutnya sebagai perpanjangan tangan dari Gubernur Kepala Dearah Provinsi Kalimantan Timur dalam mengelola Administrasi Pemerintahan dan Pembangunan di daerah ini, dibentuk 2 (dua) Pembantu Gubernur yang bertugas Mengkoordinir Wilayah Utara dan Wilayah Selatan, yaitu:
Pembantu Gubernur Wilayah Utara, berkedudukan di Kota Tarakan yang dalam hal ini merupakan perpanjangan tangan gubernur untuk Wilayah Kabupaten Berau, Bulungan dan Kota Administratif Tarakan.
Pembantu Gubernur Wilayah Selatan, berkedudukan di Kota Balikpapan yang dalam hal ini merupakan perpanjangan tangan gubernur untuk Kotamadya Balikpapan, Kabupaten Kutai, Kabupaten Paser dan Kota Administratif Bontang.

Kemudian institusi dua Pembantu Gubernur Kalimantan Timur Wilayah Selatan dan Utara tersebut telah ditiadakan sejak tahun 1999. Kebijakan penghapusan institusi ini semata-mata untuk memenuhi ketentuan Undang-undang No. 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah.

Peta Administratif Kaltim

Kabupaten dan Kota
Wilayah Provinsi Kalimantan Timur dibagi menjadi 10 kabupaten dan 4 kota, yaitu:
No.      Kabupaten/Kota          Ibu kota
1          Kabupaten Berau        Tanjungredep
2          Kabupaten Bulungan  Tanjungselor
3          Kabupaten Kutai Barat           Sendawar
4          Kabupaten Kutai Kartanegara            Tenggarong
5          Kabupaten Kutai Timur          Sangatta
6          Kabupaten Malinau     Malinau
7          Kabupaten Nunukan   Nunukan
8          Kabupaten Paser         Tanah Grogot
9          Kabupaten Penajam Paser Utara         Penajam
10        Kabupaten Tana Tidung         Tideng Pale
11        Kota Balikpapan         -
12        Kota Bontang -
13        Kota Samarinda          -
14        Kota Tarakan  -

Kondisi Geografis dan Sumber Daya Alam
Kalimantan Timur merupakan provinsi terluas di Indonesia dengan luas wilayah kurang lebih 245.237,80 km² atau sekitar satu setengah kali Pulau Jawa dan Madura atau 11% dari total luas wilayah Indonesia. Provinsi ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur. [24]

Keanekaragaman Hayati
Kalimantan Timur memiliki kekayaan flora dan fauna.[25] Di Kalimantan Timur kira-kira tumbuh sekitar 1000-189.000 jenis tumbuhan,[rujukan?] antara lain anggrek hitam yang harga per bunganya dapat mencapai Rp, 100.000,- hingga Rp, 500.000,-

Sumber Daya Alam
Masalah sumber daya alam di sini terutama adalah penebangan hutan ilegal yang memusnahkan hutan hujan, selain itu Taman Nasional Kutai yang berada di Kabupaten Kutai Timur ini juga dirambah hutannya. Kurang dari setengah hutan hujan yang masih tersisa, seperti Taman Nasional Kayan Mentarang di bagian utara provinsi ini. Pemerintah lokal masih berusaha untuk menghentikan kebiasaan yang merusak ini.

Perekonomian
Hasil utama provinsi ini adalah hasil tambang seperti minyak, gas alam dan batu bara. Sektor lain yang kini sedang berkembang adalah agrikultur, pariwisata dan industri pengolahan.

Beberapa daerah seperti Balikpapan dan Bontang mulai mengembangkan kawasan industri berbagai bidang demi mempercepat pertumbuhan perekonomian. Sementara kabupaten-kabupaten di Kaltim kini mulai membuka wilayahnya untuk dibuat perkebunan seperti kelapa sawit dan lain-lain.

Kalimantan Timur memiliki beberapa tujuan pariwisata yang menarik seperti kepulauan Derawan di Berau, Taman Nasional Kayan Mentarang dan Pantai Batu Lamampu di Nunukan, peternakan buaya di Balikpapan, peternakan rusa di Penajam, Kampung Dayak Pampang di Samarinda, Pantai Amal di Kota Tarakan, Pulau Kumala di Tenggarong dan lain-lain.

Tapi ada kendala dalam menuju tempat-tempat di atas, yaitu transportasi. Banyak bagian di provinsi ini masih tidak memiliki jalan aspal, jadi banyak orang berpergian dengan perahu dan pesawat terbang dan tak heran jika di Kalimantan Timur memiliki banyak bandara perintis. Selain itu, akan ada rencana pembuatan Highway Balikpapan-Samarinda-Bontang-Sangata demi memperlancar perekonomian.

Sosial Kemasyarakatan
Suku Bangsa
Kalimantan Timur memiliki beberapa macam suku bangsa. selama ini yang dikenal oleh masyarakat luas, padahal selain dayak ada 1 suku yang juga memegang peranan penting di Kaltim yaitu suku Kutai. Suku Kutai merupakan suku melayu asli Kalimantan Timur, yang awalnya mendiami wilayah pesisir Kalimantan Timur. Lalu dalam perkembangannya berdiri dua kerajaan Kutai, kerajaan Kutai Martadipura yang berdiri lebih dulu dengan rajanya Mulawarman, lalu berdiri pula belakangan kerajaan Kutai Kartanegara yang kemudian menaklukan Kerajaan Kutai Martadipura, dan lalu berubah nama menjadi kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Di Kalimantan Timur terdapat juga banyak suku suku pendatang dari luar, seperti Banjar, Bugis, Jawa dan Makassar. Bahasa Banjar,Jawa dan Bahasa Bugis adalah dua dari banyak bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat Kalimantan Timur. Suku Banjar dan Bugis banyak mendiami Kalimantan, Samarinda, Sangatta dan Bontang. Sedangkan suku Jawa banyak mendiami Samarinda dan Balikpapan.

Bahasa Daerah
Bahasa-bahasa daerah di Kalimantan Timur merupakan bahasa Austronesia dari rumpun Malayo-Polynesia, diantaranya adalah Bahasa Tidung,Bahasa Banjar, Bahasa Berau dan Bahasa Kutai. Bahasa lainnya adalah Bahasa Lundayeh.

Pariwisata, Seni dan Budaya
Lagu Daerah
Burung Enggang (bahasa Kutai)
Meharit (Bahasa Kutai)
Sabar'ai-sabar'ai (Bahasa Banjar)
Anjat Manik (Bahasa Berau Benua)
Bebilin (Bahasa Tidung)
Andang Sigurandang (Bahasa Tidung)
Bedone (Bahasa Dayak Benuaq)
Ayen Sae (Bahasa Dayak)
Sorangan (Bahasa Banjar)
Lamin Talunsur (Bahasa Kutai)
Buah Bolok (Bahasa Kutai)
Aku Menyanyi (Bahasa Kutai)
Sungai Kandilo (Bahasa Pasir)
Rambai Manguning (Bahasa Banjar)
Ading Manis (Bahasa Banjar)
Indung-Indung (Bahasa Melayu Berau)
Basar Niat (Bahasa Melayu Berau)
Berampukan (Bahasa Kutai)
Undur Hudang (Bahasa Kutai)
Kada Guna Marista (Bahasa Banjar)
Tajong Samarinda (Bahasa Kutai)
Citra Niaga (Bahasa Kutai)
Taman Anggrek Kersik Luwai
Ne Poq Batangph
Banuangku
Kekayaan Alam Etam (Bahasa Kutai)
Mambari Maras (Bahasa Banjar)
Kambang Goyang (Bahasa Banjar)
Apandang Jakku
Keledung
Ketuyak
Jalung
Antu
Mena Wang Langit
Tung Tit
To Kejaa
Ting Ting Nging
Endut-Endut
Enjung-Enjung
Julun Lajun
Sungai Mahakam
Samarinda Kota Tepian (Bahasa Kutai)
Jagung Tepian
Kandania
Sarang Kupu
Adui Indung
Nasi Bekepor (Bahasa Kutai)
Nasib Awak
Tenau
Luwai
Balarut di Sungai Mahakam (Bahasa Banjar)
Leleng (Bahasa Kenyah)
Merutuh(Bahasa Tonyooi-Benuaq)

Seni Suara
Bedeguuq (Dayak Benuaq)
Berijooq (Dayak Benuaq)
Ninga (Dayak Benuaq)
Enluei (Dayak Wehea)

Seni Berpantun
Perentangin (Dayak Benuaq)
Ngelengot (Dayak Benuaq)
Ngakey (Dayak Benuaq)
Ngeloak (Dayak Benuaq)

Agama
Masyarakat di Kalimantan Timur menganut berbagai agama yang diakui di Indonesia, yaitu:
Buddha
Hindu
Islam
Katolik
Kristen

Seni dan Budaya
Musik
Tingkilan (suku Kutai)
Musik Sempek/Kejien (suku Dayak Wehea)

Tarian
Tarian Bedewa dari suku Tidung (Kabupaten Nunukan)
Tarian Iluk Bebalon dari suku Tidung (Kota Tarakan)
Tarian Besyitan dari suku Tidung (Kabupaten Malinau)
Tarian Kedandiu dari suku Tidung (Kabupaten Bulungan)
Tarian Gantar dari Suku Dayak Benuaq
Tarian Ngeleway dari Suku Dayak Benuaq
Tarian Ngerangkaw dari Suku Dayak Benuaq
Tarian Kencet dari Suku Dayak Kenyah
Tarian Datun dari Suku Dayak Kenyah
Tarian Hudoq dari Suku Dayak Wehea
Tarian Kejien dari Suku Dayak Wehea
Belian
Tarian Jepin Ujang Bentawol Suku Tidung (Kota Tarakan)

Penyembuhan Penyakit
Beliatn Bawo (suku Dayak Benuaq)
Beliatn Sentiyu (suku Dayak Benuaq)
Beliatn Kenyong (Suku Dayak Benuaq)
Beliatn Luangan (suku Dayak Benuaq)
Beliatn Bejamu (suku Dayak Benuaq)

Tolak Bala/Hajatan/Selamatan
Nuak (dari Suku Dayak Benuaq)
Bekelew (suku Dayak Benuaq)
Nalitn Tautn (suku Dayak Benuaq)
Paper Maper (suku Dayak Benuaq)
Besamat (suku Dayak Benuaq)
Pakatn Nyahuq (suku Dayak Benuaq)

Perkawinan
Ngompokng (suku Dayak Benuaq)
Tari Kanjar (suku Kutai)

Senjata Tradisional
Mandau
Mandau - Manaau
Gayang
Keris Buritkang
Sumpit - Potaatn
Perisai - Keleubet
Tombak - Belokokng

Upacara Adat Kematian
Kwangkey/Kuangkay (suku Dayak Benuaq)
Kenyeuw (suku Dayak Benuaq)
Parepm Api/Tooq (suku Dayak Benuaq)

Referensi
^ "Perpres No. 6 Tahun 2011". 17 Februari 2011. Diakses pada 23 Mei 2011.
^ http://www.bappeda-kaltim.com/geografi.php
^ Sensus Penduduk 2010
^ http://kaltim.bps.go.id/
^ http://kaltim.bps.go.id/KDA09/09-5.pdf
^ a b c http://www.indonesia.go.id/index.php/content/view/341/869/
^ a b (Melayu) Ras, Johannes Jacobus (1990). Hikayat Banjar diterjemahkan oleh Siti Hawa Salleh. Malaysia: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka. ISBN 9789836212405.ISBN 983-62-1240-X
^ (Belanda) Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, Lembaga Kebudajaan Indonesia (1857). Tijdschrift voor Indische taal-, land-, en volkenkunde. 6. Lange & Co.. pp. 243.
^ (Indonesia) Lombard (1996). Nusa Jawa: silang budaya kajian sejarah terpadu: Jaringan Asia,. 2. PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 129. ISBN 9796054531. ISBN 978-979-605-453-4 ISBN 979-605-452-3 ISBN 978-979-605-452-7
^ (Indonesia) Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia- Belanda 1635-1860, Penerbit Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat 1965
^ (Inggris) Magenda, Burhan Djabier (2010). East Kalimantan: The Decline of a Commercial Aristocracy. Equinox Publishing. ISBN 602-8397-21-0.ISBN 978-602-8397-21-6
^ (Belanda) Nederlandisch Indiƫ (1849). Staatsblad van Nederlandisch Indiƫ. s.n..
^ (Inggris) (2007)"Borneo, 1800-1857". Digital Atlas of Indonesian History. Robert Cribb. Diakses pada 9 Agustus 2011.
^ (Inggris) (2007)"Administrative sub-divisions in Dutch Borneo, ca 1879". Digital Atlas of Indonesian History. Robert Cribb. Diakses pada 9 Agustus 2011.
^ (Inggris) (2007)"Native states (zelfbesturen) in Dutch Borneo, 1900". Digital Atlas of Indonesian History. Robert Cribb. Diakses pada 9 Agustus 2011.
^ (Inggris) (2009)"Administrative divisions in Dutch Borneo, 1902". Digital Atlas of Indonesian History. Robert Cribb. Diakses pada 9 Agustus 2011.
^ (Inggris) (2007)"Administrative divisions in Dutch and British Borneo, 1902". Digital Atlas of Indonesian History. Robert Cribb. Diakses pada 9 Agustus 2011.
^ (Inggris) (2007)"Borneo in 1942". Digital Atlas of Indonesian History. Robert Cribb. Diakses pada 9 Agustus 2011.
^ Menjadi Gubernur Swatantra Tingkat I Kaltim.
^ Pada tahun 2006 diberhentikan karena kasus korupsi.
^ Sebelumnya menjadi wakil gubernur hingga pada tahun 2006 menjadi Pelaksana Tugas Gubernur menggantikan Suwarna A.F. yang ditahan karena kasus korupsi. Kemudian, pada tanggal 10 Maret 2008, Yurnalis Ngayoh dilantik menjadi Gubernur Kaltim hingga bulan Juli 2008.
^ Sebagai Pejabat Gubernur Kalimantan Timur karena Pilgub Kaltim 2008 berlangsung 2 putaran sehingga gubernur baru tidak bisa dilantik yang rencananya pada bulan Juli 2008 menjadi bulan Desember 2008 setelah Pilgub Kaltim 2008 selesai.
^ Dilantik sebagai Gubernur Kaltim pada tanggal 17 Desember 2008 setelah memenangkan perolehan suara pada Pilgub Kaltim 2008 putaran kedua.
^ Profil Kalimantan Timur di Indonesia.go.id
^ (Inggris) Guhardja, Edi (2000). Rainforest ecosystems of East Kalimantan: El NiƱo, drought, fire and human impacts. Springer. ISBN 4431702725.ISBN 9784431702726
Sumber, wikipedia


BIOGRAFI SINGKAT

Aji Pangeran Tumenggung Pranoto
Gubernur Kalimantan Timur 1956-1962
Aji Pangeran Tumenggung Pranoto atau sering disingkat A.P.T. Pranoto (lahir di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 14 September 1906 – meninggal di Samarinda, Kalimantan Timur, 19 Juni 1976 pada umur 69 tahun[1]) adalah Gubernur Kalimantan Timur yang pertama, yang menjabat dari tahun 1956-1962.

Kelahiran dan keluarga
Kelahiran
Lahir dengan nama Aji Addin kemudian mendapat gelar Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, sehingga nama yang populer adalah APT Pranoto. Aji Addin merupakan putera ke-7 dari Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Aji Muhammad Alimuddin, dan saudara kandung dari Sultan Aji Muhammad Parikesit. Dilahirkan di Tenggarong pada tanggal 14 September 1906.

Keluarga
Aji Addin memiliki 17 orang anak, diantaranya adalah Aji Juwita Kirana, anak ke-8, yang bersuamikan Aji Bambang Abdulrachim.

Kematian
Pada 19 Juni 1976, APT Pranoto menghembuskan napas terakhir di kediaman anaknya di Jl Sawo no 9, Samarinda.

Sumber lain
Menurut sumber lain, ia bernama Aji Mahmud bergelar Pangeran Tumenggung Pranata. lahir di Tenggarong, tahun 1905. Putera ke-5 dari Sultan Aji Muhammad Alimuddin dengan isteri mudanya.[2]
Ia mendapat pendidikan di OSVIA, Makassar. Menteri Kepolisian tahun 1945, Residen Kalimantan Timur tahun 1956-1959, Gubernur Kalimantan Timur 1959-1962.[2]
Dipenjara oleh Kolonel R. Suharjo 1962-1966. Ia meninggal di tahanan Rumah Tahanan Militer, Jakarta, 1966, meninggalkan seorang janda dan seorang putera yang bernama Aji Radin Mustawan Pranata.[2]

Karier dan Jasa
Jasa-jasa
Di kalangan masyarakat luas, tokoh Kaltim yang memiliki 17 anak ini dikenal memiliki kepribadian yang ramah dan kooperatif, segala kesulitan yang dihadapi diusahakanya untuk mencari penyelesaian. "Bapak (APT Pranoto, red) selalu memberikan bimbingan kepada semua orang, terutama keluarganya. Makanya, ketika nama bapak sudah mulai dilupakan orang, kami tidak banyak menuntut apa-apa, hanya berdoa mudah-mudahan suatu saat dibukakan Tuhan kenyataan sebenarnya," kata Aji Juwita Kirana, anak ke-8 APT Pranoto.

Terlebih di kalangan wartawan, jasanya membangun balai wartawan dan pendiri sekaligus pemberi nama surat kabar Wisma Berita tidak pernah dilupakan pada saat itu. Sehingga kehidupannya boleh dibilang sangat dekat dengan dunia jurnalistik. "Tapi kami tidak tahu, balai wartawan dan surat kabar Wisma Berita itu sekarang masih ada atau tidak, tapi yang jelas para wartawan yang hidup pada masa pemerintahan bapak tidak akan pernah lupa," tambah Juwita.

Karier pemerintahan
Memulai kariernya dengan menjadi juru tulis pada pemerintahan Kutai di Tenggarong, kemudian menjadi kepala distrik di Kota Bangun dan Sanga-sanga dari 1927 hingga 1929. Pada 1935 ia dinobatkan oleh kesultanan Kutai sebagai Tumenggung Kerajaan Kutai. Dalam pemerintahan Indonesia, suami dari Aji Maisarah gelar Aji Raden Puspo Kesumo ini memulainya selaku Bupati yang diperbantukan pada Gubernur Kalimantan.
Setelah itu, menjadi Residen Kaltim, sebagai tangga pertama mulai memimpin pemerintahan sipil di Kaltim. Ketika daerah Provinsi Kaltim pertama dibentuk 1 Januari 1957, APT Pranoto, masih menjabat sebagai Residen dengan memangku jabatan Gubernur Kaltim. Dan adanya Undang-undang pemisahan pemerintahan pusat dan pemerintahan otonomi daerah pada saat itu, dia menjadi Gubernur pertama Kaltim, dan selaku Kepala Daerah IA Moeis yang sekarang diabadikan menjadi nama RSUD kota Samarinda.

Referensi
^ Harian Tribun Kaltim. APT Pranoto, Gubernur Kaltim yang Terlupakan. 27 Januari 2007
^ a b c http://www.4dw.net/royalark/Indonesia/kutai5.htm

Pranala luar
Harian Tribun Kaltim. Keluarga APT Pranoto Keberatan

Inche Abdoel Moeis
Kalimantan Timur 1959-1959
Inche Abdoel Moeis, sering disingkat IA Moeis (lahir di Samarinda, Kalimantan Timur 2 Agustus 1920) adalah Gubernur Provinsi Kalimantan Timur yang pertama, saat itu bernama Swatantra Tingkat I Kaltim.[1]

Keluarga dan anak
Istri bernama Nooraini Aisah.
Anak pertama IA Moeis bernama Emir Moeis yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPW PDIP Kalimantan Timur, sekaligus Anggota DPR RI masa jabatan 2004-2009, dan di DPR menjabat sebagai Ketua Panitia Anggaran (Panggar).
Anak kedua bernama Mauri Alau Moeis

Prestasi
Tahun 1945, aktif di pergerakan.
Saat Jepang datang, pernah dikirim ke Jepang
Tahun 1949, bersama putera Sultan Kutai Kartanegara mengikuti Konferensi Meja Bundar di Belanda mewakili Kaltim.
Anggota Parlemen hingga Pemilu 1955.
Terjun di swasta mendirikan Pelayaran Nusantara Mahakam (sebagai pelayaran pertama yang menghubungkan Kaltim)

Lain-lain
IA Moeis dikenal fasih berbahasa Belanda, Inggris dan Jepang.

Saat ini nama IA Moeis digunakan untuk nama RSUD Inche Abdoel Moeis di Jalan H.A.M.M. Rifadin, Samarinda Seberang Pada tahun 2008 Ir. I. Emir Moeis anak dari I.A Moeis mendirikan, I.A. Moeis Foundation

Referensi
^ Harian Tribun Kaltim. RSUD IA Moeis Diresmikan Hari Ini, 24 Januari 2007.

Abdoel Moeis Hasan
Gubernur Kalimantan Timur 1962-1966.
Haji Abdoel Moeis Hassan (lahir di Samarinda, Kalimantan Timur, 2 Juni 1924 – meninggal di Jakarta, 21 November 2005 pada umur 81 tahun[1] [2]) adalah politikus dan pernah menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur pada periode 1962 s.d. 1966.

Referensi
^ Berita Duka Cita. Harian KOMPAS
^ Aktif di Yayasan hingga Jual Buku Karangan Sendiri. Kaltim Pos, 23 November 2005

Abdoel Wahab Sjachranie
Gubernur Kalimantan Timur 1967-1978
Abdoel Wahab Sjachranie (EYD : Abdul Wahab Syahrani) (lahir di Rantau, Tapin, Kalimantan Selatan tanggal 28 November 1923 ) adalah Gubernur Kalimantan Timur yang memerintah pada tahun 1972 hingga 1978. Sebelumnya beliau menjadi penjabat kepala daerah pada tahun 1967 hingga 1972 hingga dilantik menjadi Gubernur Kaltim pada tahun 1972.

Salah satu jasa beliau dalam pembangunan di Kalimantan Timur adalah memindahkan Rumah Sakit yang didirikan Belanda pada tahun 1933, yakni Landschaap Hospital[1] di Emma Straat (sekarang Jalan Gurami, Samarinda Ilir) ke wilayah bernama Segiri dan kemudian diberi nama Rumah Sakit Segiri yang dimaksudkan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan layak kepada masyarakat. Kemudian pada tanggal 22 Februari 1986 nama rumah sakit ini diganti menjadi RSUD AW Sjahranie yang dimaksudkan untuk menghargai perjuangan Abdoel Wahab Sjahranie.

Referensi
^ Sejarah RSUD A.W. Sjahranie, diakses 16 Maret 2010

Pranala luar
Sejarah Singkat Provinsi Kalimantan Timur

Muhammad Ardans
Gubernur Kalimantan Timur 1988-1998
Haji Muhammad Ardans, SH (lahir di Sanga-Sanga, 1 Juni 1938 – meninggal di Jakarta, 23 April 2002 pada umur 63 tahun[1] [2]) adalah politikus dan pernah dua periode menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur, yaitu pada periode 1988 s.d. 1993, dan dilanjutkan lagi dari 1993 s.d. 1998. Pada periode pertama beliau menggantikan gubernur sebelumnya yang meninggal, yaitu Soewandi Roestam.

Karier
Sebelum menjadi Gubernur Kalimantan Timur, Muhammad Ardans sempat menjadi Sekprov, Wakil Gubernur serta menjadi Pelaksana tugas (Plt) Gubernur selama tiga tahun sejak 1985 ketika gubernur saat itu, H. Suwandi meninggal dunia. Semasa hidupnya, almarhum termasuk tokoh yang banyak berbuat untuk pembangunan Kaltim, antara lain membenahi bantaran Sungai Mahakam dan Karang Mumus.

Meninggal Dunia
Beliau sempat masuk ke RS di Jakarta selama enam hari untuk operasi kepala bagian belakang. HM Ardans, SH meninggal dunia sekitar pukul (13.30 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, Selasa, 24 April 2002. Jenazah diterbangkan dari Jakarta hari itu juga sekitar pukul 17.00 WIB untuk dibawa ke rumah duka di Samarinda untuk selanjutnya akan dimakamkan di Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Almarhum meninggalkan seorang istri,Dr. (HC) Farida Ardans dan empat putra-putri :
Faruza
Andri F.
Firya Afandara
Anofi Falevi.

Referensi
^ http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?Berita=Opini&id=448

Suwarna Abdul Fatah
Gubernur Kalimantan Timur 1998-2006
Mayor Jenderal TNI (Angkatan Darat) H. Suwarna Abdul Fatah (lahir di Bogor, 1 Januari 1944; umur 68 tahun) adalah Gubernur Kalimantan Timur ke-10 dan 11. Sebelumnya dia adalah Wakil Gubernur Kalimantan Timur bidang Ekonomi dan Pembangunan dan menggantikan H.M. Ardans sebagai Gubernur sejak 1998. Pada tahun 2003, dia terpilih kembali untuk masa jabatan kedua hingga tahun 2008 mendatang. Ia dinonaktifkan dari jabatannya sejak 8 Desember 2006 karena diduga terkait kasus korupsi.

Kasus korupsi
Suwarna ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi pada 19 Juni 2006 dalam kasus dugaan korupsi pelepasan izin pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit satu juta hektare di wilayah Penajam Utara, Berau, Kalimantan Timur yang melibatkan Surya Dumai Group pimpinan Martias alias Pung Kian Hwa.[1] Ia mulai diadili dalam kasus ini di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi di Jakarta pada 9 November 2006.[2]

Pada 13 Maret 2007, Suwarna melaporkan para penyidik KPK ke kepolisian karena menduga mereka telah merekayasa dokumen yang dijadikan barang bukti dalam perkara korupsi tersebut.[3] Kemudian pada 22 Maret, majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi memutuskan untuk memvonis Suwarna dengan hukuman 1,5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta karena terbukti bersama-sama dengan mantan Dirjen Pengusahaan Hutan Produksi Dephutbun Waskito Soerjodibroto, mantan Kakanwil Kehutanan dan Perkebunan Kaltim Uuh Aliyudin dan mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kaltim Robian menyalah gunakan wewenang mereka sehingga merugikan negara sebesar Rp 5,167 miliar, sementara dakwaan lain tentang penerbitan izin pemanfaatan kayu dan berbagai surat yang dikeluarkan Suwarna tidak dapat dibuktikan.[4]

Referensi
^ "KPK Tahan Gubernur Kaltim", Kompas, 20 Juni 2006
^ "Gubernur Kaltim Diadili, Didakwa Rugikan Negara", Kompas, 10 November 2006
^ "Suwarna Laporkan Penyidik KPK", Kompas, 14 Maret 2007
^ "Suwarna Divonis 1,5 Tahun Penjara", Detikcom, 22 Maret 2007

Yurnalis Ngayoh
Gubernur Kalimantan Timur 2006-2008
Yurnalis Ngayoh (lahir di Barong Tongkok, Kutai Barat, 20 Agustus 1942) adalah Gubernur Kalimantan Timur tahun 2006-2008. Lulusan Universitas Gadjah Mada ini sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Timur.[1] Kemudian ia dilantik menjadi pelaksana tugas (plt.) Gubernur Kaltim pada tahun 2007 menggantikan Suwarna Abdul Fatah hingga pada tanggal 10 Maret 2008 dilantik menjadi Gubernur Kalimantan Timur.[2]

Referensi
^ Pantas Diteladani, diakses pada 7 Maret 2010
^ Pantas Diteladani, diakses pada 7 Maret 2010

Awang Faroek Ishak
Gubernur Kalimantan Timur 2008-2013
Drs. H. Awang Faroek Ishak, M.M, M.Si., bergelar Awang Ngebei Setia Negara (lahir di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 31 Juli 1948; umur 63 tahun) adalah Gubernur Kalimantan Timur saat ini pada periode 2008-2013, berpasangan dengan Farid Wadjdy. Beliau sebelumnya adalah bupati Kutai Timur pertama sejak pemekaran Kabupaten Kutai berdasarkan UU No. 47 Tahun 1999. Kemudian pada saat maju untuk pencalonan Gubernur Kalimantan Timur, pada tahun 2003, ia mundur dari jabatan Bupati Kutai Timur, digantikan oleh wakil Bupati, Mahyudin. Pada saat Pilkada Kutai Timur tanggal 12 Desember 2005, Awang dipilih oleh rakyat dan kemudian kembali menjabat Bupati sejak pelantikan tanggal 13 Februari 2006 sampai tahun 2011. Tetapi ia mencalonkan kembali menjadi Gubernur Kalimantan Timur pada tahun 2008 dan akhirnya terpilih pada putaran kedua dan dilantik pada 17 Desember 2008. Kemudian pada tahun 2008, kursi kepemimpinan Bupati Kutai Timur diserahkan kepada wakilnya, Isran Noor.

Riwayat hidup
Kelahiran & keluarga
Awang Faroek Ishak (AFI) dilahirkan di Tenggarong pada tanggal 31 Juli 1948. Ia merupakan putra ke-11 dari 13 bersaudara pasangan Awang Ishak dan Dayang Johariah, seorang tokoh pamong praja di Kaltim.

Pendidikan
Awang menamatkan Sekolah Rakyat di Tarakan, SMP dan SMA di Tenggarong, kemudian meneruskan ke Fakultas Keguruan Ilmu Sosial, IKIP Malang, hingga meraih gelar sarjana S1 (1973) dan Magister Manajemen (1997) serta Magister Ketahanan Nasional Universitas Indonesia (1998).
Awang lulusan terbaik SESPANAS Angkatan XI (1990) dan peserta berprestasi tinggi pada Kursus Reguler Angkatan XXV (KRA) LEMHANAS (1992).

Karier
Dimulai sebagai Staf Kantor Gubernur Kaltim (1973), Purek III Universitas Mulawarman (1978), Dekan FKIP Unmul (1982), anggota DPR/MPR RI dua periode (1987-1992 dan 1992-1997), menjadi Wakil Ketua Komisi II dan anggota Komisi X, Staf Ahli Gubernur Kaltim, Ketua Bapedalda Kaltim, Pjs. Bupati Kutai Timur (1999-2000), Bupati Kutai Timur (2000-2003 dan 2006-2008), Gubernur Kalimantan Timur (2008-sekarang).
Sumber, wikipedia